Selasa, 17 Juli 2012

Jenis-jenis Surat Niaga

Surat niaga terbagi menjadi beberapa jenis. Berdasarkan fungsi atau kegunaannya surat niaga dapat dikelompokkan sbb:
  • Surat Penawaran
  • Surat Pemesanan
  • Surata Pengiriman
  • Surat Tagihan Pembayaran
  • Surat Klaim

Senin, 16 Juli 2012

Surat Niaga

surat niagaSurat niaga merupakan jenis surat bisnis yang digunakan oleh lembaga penyelenggara kegiatan usaha niaga. seperti industri dan usaha jasa. Surat niaga sangat berguna dalam membangun hubungan dengan pihak luar sehingga harus disusun dengan baik.Surat niaga terdiri atas surat jual beli, kwitansi dan perdagangan.


Jenis surat niaga antara lain :
  • Surat Permintaan Penawaran
  • Surat Penagihan 
  • Surat Perjanjian Jual Beli  
  • Surat Pengantar Barang
  • Surat Klaim ( Tuntutan ganti rugi )
Surat Permintaan Penawaran
Surat permintaan penawaran adalah surat yang diberikan oleh calon pembeli kepada penjual yang isinya meminta penawaran kepada penjual. Adapun hal-hal yang  dicantumkan oleh calon pembeli kepada penjual dalam surat tersebut antara lain:
  1. Nama dan jenis barang
  2. Spesifikasi barang secara rinci
  3. Harga satuan
  4. Potongan
  5. Cara pembayaran
  6. Cara penyerahan
  7. Kemudahan yang mungkin diperoleh oleh pembeli.  
Surat Penagihan
Surat penagihan berisi peringatan atau permintaan dari kreditur kepada debitur agar debitur segera membayar utangnya. Surat penagihan ini dikirimkan apabila debitur tidak dapat membayar utang pada saat jatuh tempo tanpa memberitahukan penangguhan pembayaran kepada kreditur. Dalam penulisan surat penagihan sebaiknya ditulis dengan bahasa yang baik dan sopan, hal ini dilakukan agar kreditur tergerak hatinya untuk membayar.
Surat Perjanjian Jual Beli
Surat perjanjian jual beli merupakan salah satu jenis surat niaga yang digunakan dalam kegiatan jual beli. Surat perjanjian ini dibuat agar penjual dan pembeli sepakat mengenai barang atau jasa yang ditawarkan. Dalam membuat surat perjanjian jual beli ditulis dengan kalimat yang jelas sehingga nantinya tidak menimbulkan salah tafsir antara kedua belah pihak.